Home » » Autism ( Rumah kemasukan anak kecil pengidap Autism)

Autism ( Rumah kemasukan anak kecil pengidap Autism)

Sumber gambar : http://ibrahimradio.com/?p=3667
Kali ini saya mau sharing pengalaman pribadi saya tentang anak yang mengidap autism. Tepatnya tadi sore sepulang pemilihan capres/cawapres bersama keluarga.
Ketika kami sekeluarga sedang berada di ruang keluarga menonton siaran berita di televisi, seketika ada yang menggedor - gedor pintu dengan keras. Kami sekeluarga kaget dengan kejadian ini dikarenakan lingkungan rumah yang sepi dan jarang sekali ada yang menggedor pintu sekeras itu,lalu kami mencoba melihat siapa yang diluar dan seketika itu pula ada anak kecil yang lari masuk melalui pintu samping rumah dan langsung menerobos masuk ke ruang keluarga. Awalnya kami tertegun dengan tingkah anak ini yang dengan berani berlarian melompat di dalam rumah orang, lalu bapak mencoba bertanya pada anak ini
"eh adik mau cari siapa?" tanya bapak saya.
Namun tidak ada jawaban yang diberikan anak tersebut, malahan dia bertingkah layaknya orang yang (mohon maaf) terganggu kejiwaannya. Dia tertawa dan tersenyum sendiri, berlarian, melompat, memukul - mukul sesuatu, mengobrak - abrik isi lemari, dan akhirnya dia dapat duduk dengan tenang setelah menemukan beberapa buku. Sebelum itu kami berusaha agar dia tidak berlarian di dalam rumah dan memukul - mukul sesuatu. Lalu aku bilang pada bapak dan ibu :
"Sepertinya ini anak autis deh, coba kasih dia waktu sebentar biar dia lakuin apa yang dia suka."
Dan benar adanya, dia duduk cukup tenang setelah mengobrak - abrik isi lemari dan mendapati buku warna - warna menolok dan banyak gambar / foto. Walaupun dia tidak membacanya namun hanya membolak - balik isi halaman dan terkadang membolak - balik buku dalam posisi buku terbalik.
"Ajaib!" aku bilang sambil tertawa.
Setelah itu, datang kerabatnya yang sedang mencari dia yang ternyata setelah diketahui anak tersebut benar mengidap autism dan berusaha kabur dari rumah menurut penjelasan kerabatnya tesebut.

Dari pengalaman tersebut saya baru mengerti secara langsung bahwa orang pengidap autism memang kadang susah untuk dinalar manusia secara normal. Namun jangan samakan pengidap autism dengan gangguan kejiwaan. Dari kejadian tersebut saya melihat bahwa orang yang mengidap autism terfokus / menyukai pada hal tertentu, dan bila dia merasa terusik maka orang tersebut dapat melakukan hal - hal tertentu misalnya marah, berteriak, dll.
Setelah diketahui lebih lanjut ternyata adanya minimalitas / kurangnya perhatian kepada anak yang mengidap autism tersebut. Entah karena alasan malu / lelah mengurusi, namun hal tersebut merupakan kesalahan besar karena sudah membiarkan anak tersebut kurang mendapatkan perhatian yang khusus dari pihak keluarga.
Padahal sejauh yang saya tahu bahwa seorang pengidap autism pun mampu berpikir seperti normal walaupun ada kekurangannya jika diberikan perhatian khusus misalnya pendidikan khusus. Bahkan ada seorang pengidap autism mampu meraih prestasi dibidang tertentu. Istimewa bukan?
Jadi saya sangat menghimbau kepada para kalangan banyak jika memiliki kerabat yang memiliki kekurangan dalam hal ini 'autism' agar tidak menyerah dalam memberi perhatian pada mereka. Selalu pantau aktifitas yang dilakukannya. Biarkan dia ber - expresi dalam hal positif agar mampu mengembangkan daya pikir orang tersebut.
Sekian dulu cerita pengalaman pribadi saya untuk hari ini. Mohon kritik dan sarannya ya teman - teman. Terimakasih.

0 komentar :